Aku terbangun dari mimpi burukku
Peluh mengalir darisisi wajahku
Masih terasa keras degup jantungku
Mengiringi rasa lemas di seluruh tubuhku
Aku terus mencoba mengingat mimpiku
Apa yang membuatku seperti ini?
Ah, aku ingat sekarang, setiap detik dari mimpiku
Dalam mimpiku, aku ada dalam suasana yang kelabu
“PECUNDANG!”, teriak orang yang kulihat dalam cermin
Tunggu… bukankah harusnya diriku sendiri yang kulihat dalam cermin?
Apakah itu berarti aku mengakui diriku pecundang?
Hmmm… Mungkin lebih baik aku bermimpi lagi…
Maka aku pun memejamkan mata, dan kembali bermimpi
“PECUNDANG!”, teriak orang yang kulihat dalam cermin
“Hei, aku sudah melihat mimpi ini!”, kataku.
Sekitarku berubah cerah, aku ada di bawah di langit biru
Hei aku kenal wajah itu, itu temanku dari kecil
“Hai!”, sapaku, “apa kabar?”
Dia berbalik, lalu berkata : “Baik, pecundang”
“AKU BUKAN PECUNDANG!”, teriakku
Lalu gelap menyelimutiku…
Aku terbangun, lebih lelah dari tadi…
Peluhku semakin deras…
Aku bangun dan bercermin…
Ketika aku bercermin, dari mulutku terucap “Pecundang…”
“BUKAN!!!” ,teriak sosok yang kulihat di cermin
“HAHAHA!!! Sekarang kau tahu rasanya dianggap pecundang!”, tawaku
Dia marah… Geram… Lalu tertawa…
Tawanya tergelak… Alangkah puas wajahnya…
“Seorang pecundang bodoh mengatakan bayangannya sendiri sebagai pecundang!!”, ujarnya dalam tawa
Aku terdiam… “bodoh”, kataku…
Bahkan ketika aku melihat diriku sendiri, aku mengucapkan kata PECUNDANG
Jauh dalam hatiku, aku mengakui diriku pecundang
Sesuatu yang bahkan orang terbodoh di dunia pun takkan pernah mau
Lalu aku terhenyak, terbangun, cuma mimpi rupanya…
Di sekitarku, ribuan cermin tergantung, dan semua sosok dalam cermin berteriak
“PECUNDANG!!!!”